MUQODDIMAH ALHIKAM SYEKH IBNU 'ATHO'ILLAH ASSAKANDARY RA (2)

Abul Hasan asy-Syadzily رضي الله عنه berkata: Pengembaraan kami terdiri diatas lima: 

1. Taqwa kepada الله lahir dan batin dalam kesendirian dan di depan publik. 

2. Mengikuti sunnah ﷺ رَسُول الله dalam semua kata dan perbuatan. 

3. Mengabaikan semua makhluk dalam kesukaan ataupun dalam kebencian mereka. [tidak menghiraukan apakah mereka suka atau benci]. 

4. Rela [ridha] menurut hukum [takdir] الله, baik yang ringan maupun yang berat.

5. Kembali kepada الله dalam suka dan duka. Maka untuk melaksanakan taqwa harus berlaku wara' [menjauh dari makruh, subhat dan haram] dan tetap istiqamah dalam mentaati semua perintah dan tetap tabah tidak berubah. Dan untuk melaksanakan sunnah رَسُول الله ﷺ, harus berhati-hati dan menerapkan budi pekerti yang baik. Dan mengabaikan makhluk dengan sabar dan tawakkal [berserah diri kepada الله سبحانه وتعالى ]. Rela [ridha] pada الله atas segala takdir-Nya dan merasa cukup dan tidak tamak terhadap sesuatu. Mengembalikan segala-galanya hanya kepada الله dalam suka dan duka dengan bersyukur dalam suka dan berlindung kepada-Nya dalam duka. Dan semua ini pada intinya ada 5 hal:

1. Semangat yang tinggi. 

2. Berhati-hati pada yang haram dan menjaga kehormatan. 

3. Taat dan memahami diri sebagai seorang hamba.

4. Melaksanakan kewajiban. 

5. Menghargai nikmat. 

Maka barangsiapa yang bersemangat tinggi, pasti naik tingkat derajatnya. Dan barangsiapa yang meninggalkan larangan yang diharamkan الله, maka الله akan menjaga kehormatannya. Dan barangsiapa yang benar dalam taatnya, pasti mencapai tujuan kebesaran-Nya dan kemulian-Nya. Dan barangsiapa yang melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka bahagia hidupnya. Dan barangsiapa yang menghargai nikmat, berarti mensyukuri dan selalu akan menerima tambahan nikmat yang lebih besar.

 Abul Hasan asy-Syadzily رضي الله عنه berkata: Aku dipesan oleh guruku [Abdul Salam bin Masyisy رضي الله عنه] : "Janganlah kamu melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mencapai keridhaan الله, dan jangan duduk di majlis kecuali yang aman dari murka الله. Dan jangan bersahabat kecuali kepada orang yang dapat membantu berbuat taat kepada الله. Dan jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap الله, yang demikian ini sudah jarang untuk didapat.

Sayid Ahmad al-Badawi رضي الله عنه berkata: "Perjalanan kami berdasarkan kitab الله dan sunnah رَسُول الله ﷺ: 

1. Benar dan jujur. 

2. Bersih hati. 

3. Menepati janji. 

4. Bertanggung jawab dalam tugas dan derita. 

5. Menjaga kewajiban.


اللهم اجعلنا من العلماء العاملين المخلصين

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post